Newsletter

        
(JETRO Jakarta News Letter)


Juni 2005 Vol.17

Hasil kunjungan Presiden SBY ke Jepang.

Investasi akan berlipat ganda dalam jangka waktu 5 tahun – evaluasi surat kabar lokal.

Pada saat Presiden SBY mengadakan kunjungan resmi ke Jepang dari tanggal 31 Mei sampai 3 Juni, setiap hari beberapa surat kabar lokal memuat artikel yang berkaitan dengan kunjungan tersebut, mengevaluasi dimulainya negosiasi EPA dan rencana peningkatan investasi dari beberapa perusahaan besar Jepang, serta menekankan pentingnya keputusan ini bagi pemerintah dan perusahaan Indonesia.

Surat kabar Kompas menulis tentang kesepakatan kemitraan ekonomi (Economic Partnership Agreemet / EPA) dan Rencana Kegiatan Investasi Strategis (Strategic Investment Action Plan / SIAP) sebagai "kesempatan emas" bagi pembangunan industri dan negara Indonesia. Diberitakan dalam kunjungan tersebut Presiden juga bertemu dengan beberapa perusahaan Jepang yang menyatakan niat serius mereka untuk berinvestasi, tidak hanya dengan janji-janji tapi dengan memperlihatkan rencana bisnis dan investasi tertulis.

Surat kabar Bisnis Indonesia menulis artikel dengan judul "EPA tinggal selangkah lagi", Diberitakan kedua negara telah memasuki tahapan negosiasi resmi EPA. Menko Ekuin Aburizal Bakrie berpendapat jika kesepakatan terjadi, dalam jangka waktu 5 tahun investasi dari Jepang akan berlipat ganda. Selanjutnya akan berdampak pada daya saing ekonomi Indonesia dan persaingan penguasaan pasar sejak Jepang menyetujui FTA dengan Meksiko, Singapura, dan Malaysia.

Surat kabar Media Indonesia melaporkan hasil kunjungan presiden ke 3 negara. Tentang kunjungan ke Jepang, dilaporkan bahwa kedua negara telah memasuki era baru kerjasama ekonomi yang membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Juga ditekankan bahwa dalam 5 tahun, investasi Jepang akan meningkat 2 kali lipat. Hal itu bukan impian semata, karena 7 perusahaan besar Jepang dalam pertemuannya dengan SBY berjanji akan meningkatkan investasi dalam lima tahun mendatang senilai sekitar 20 miliar USD.

Sebaliknya, untuk merealisasikan program investasi ini, Indonesia menjanjikan deregulasi sistem pajak, bea cukai, dan perbaikan undang-undang tenaga kerja, serta penyederhanaan birokrasi yang berbelit-belit yang membuat ekonomi biaya tinggi.

Survei JETRO:
Gerakan anti-Jepang di Cina, dampaknya terhadap Rencana Bisnis Jepang

Meyusul sentimen anti-Jepang yang merebak di Cina bulan April lalu, Japan External Trade Organization (JETRO) telah melakukan studi khusus melalui survei yang dilakukan bulan Mei, 2005, guna mengukur seberapa jauh dampaknya terhadap rencana bisnis perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi atau yang akan berinvestasi dan melakukan hubungan dagang dengan Cina.

Lebih dari separuh perusahaan Jepang yang disurvei atau sekitar 53,4% dari total responden menyatakan bahwa mereka tidak mengalami atau meramalkan akan adanya dampak negatip sebagai akibat terjadinya gerakan anti-Jepang tersebut. Namun demikian sekitar 9,7% perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka merasakan dampak lansung atas kejadian tersebut dalam bentuk penurunan penjualan sebagai akibat aksi boikot yang dilancarkan terhadap produk mereka (60%). Dapat dikatakan bahwa sekitar sepertiga dari total responden (36,5%) memperkirakan bahwa peristiwa April tersebut akan berdampak negatip terhadap kegiatan bisnis mereka dalam tahun anggaran ini.

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan akan adanya akibat negatip terhadap bisnis Jepang di Cina, 19,1% dari total responden menunjukan "penurunan penjualan sebagai akibat aksi boikot terhadap produk Jepang" dan 16,4% "kesan buruk terhadap produk Jepang". Lebih lanjut, sebahagian besar perusahaan pemerhati kerusuhan April berpendapat bahwa peristiwa kelabu tersebut akan berdampak pada kinerja penjualan dimasa mendatang dengan berbagai kendala seperti "memburuknya hubungan dengan karyawan lokal/Cina" dan "kesulitan mengamankan karyawan yang bekerja di Cina".

Beberapa perusahaan/responden malahan berencana untuk "menunda atau membatalkan proyek-proyek investasi mereka di Cina" (7.5%), sementara persentase yang lebih kecil berpendapat "menurunkan tingkat produksi di Cina atau memindahkan basis produksi ke negara lain" (5,6%).

Membandingkan hasil survey bulan Mei dengan survei-survei sebelumnya, khusus yang dilakukan sekitar bulan Nopember-Desember 2004, ternyata persentase perusahaan yang akan memperluas jaringan operasinya di Cina merosot 32 poin menjadi 54,8% (Mei 2005). Walaupun perusahaan Jepang yang bermaksud "mempertahankan skala bisnis yang sudah ada" meningkat tajam dari 13,3% menjadi 39,4%, dilain pihak perusahaan yang berencana "menurunkan atau menarik kegiatan operasionalnya di Cina" hanya meningkat dari 0,2% menjadi 4,1%, akan tetapi tetap disarankan agar perusahaan-perusahaan Jepang di Cina sedikit menurunkan kegiatannya menyusul maraknya gangguan yang bernada anti Jepang dinegara tersebut.
 

EXPO 2005, Aichi Jepang

Untuk mengembangkan gaya hidup dan arah penyelesaian masalah duniawi yang dihadapi oleh manusia abad ke-21, dengan partisipasi banyak negara dan organisasi internasional, diambil tema "Nature's Wisdom" guna mencapai terciptanya peradaban dan budaya yang baru.
The 2005 World Exposition, Aichi, Japan diadakan di Nagoya Eastern Hills (Kota Nagakute, Toyota, dan Seto) dari tanggal 25 Maret sampai dengan 25 September 2005 (selama 185 hari).

Tema : Nature's Wisdom
Sub-tema :
Nature's Matrix
Art of Life
Development of Eco-communities
http://www-1.expo2005.or.jp/en/index.htmlTo other site

Majalah Email Kabinet Koizumi

Majalah E-mail Kabinet Koizumi akan disampaikan kepada anda setiap minggu. Kolom kolom seperti "Lion Heart" dimana Perdana Menteri Junichiro Koizumi secara bebas menyampaikan pemikiran pemikirannya, dan "What's up around the Prime Minister" tersedia bagi anda dalam versi bahasa Inggris. Bagi anda yang tertarik pada majalah ini silakan mengakses alamat situs berikut ini: http://www.kantei.go.jp/foreign/m-magazine/index.htmlTo other site


Disclaimer
Copyright © 2004 JETRO Jakarta
All rights reserved. No Part of this Report may be reproduced, or transmitted in any form or by any means, electronic or mechanical, including photocopying, recording, and micro copying, or by any information storage and retrieval system, without the written permission from the publisher.

Publisher:
JETRO, Jakarta Center
Summitmas I, 6th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav.61-62 Jakarta, Indonesia
Telephone: (62-21-520 0264) Facsimile : (62-21-520 0261)
E-mail: jkt@jetro.or.id     URL: https://www.jetro.go.jp/indonesia