Newsletter

(JETRO Jakarta News Letter)
April 2005 Vol.15
JETRO rilis hasil survey tahunan terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang di ASEAN dan India.
Japan Eexternal Trade Organization (JETRO) telah merilis laporan hasil survei tahunan terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur berafiliasi Jepang yang beroperasi di-enam negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) serta India.Keuntungan yang diraih tahun 2004 dan prospek tahun 2005
Secara garis besar kinerja perusahaan manufaktur Jepang tahun 2004 menunjukkan hasil yang baik. Dikawasan ASEAN, 77,3% perusahaan yang disurvei dilaporkan telah meraih keuntungan dan 57% menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh tahun ini lebih besar daripada tahun sebelumnya, sementara 53,2% disebabkan oleh "kenaikan penjualan ekspor", 46,2% karena "perbaikan produktivitas", 44,8% oleh "meningkatnya penjualan domestik". Khususnya di Thailand, 60,4% perusahaan manufaktur Jepang menyatakan bahwa keuntungan terutama disebabkan oleh "meningkatnya penjualan didalam negeri". Sementara di India, 75,4% dari perusahaan yang disurvei melaporkan bahwa keuntungan didukung oleh tumbuhnya permintaan didalam negeri.
Terhadap prospek keuntungan tahun 2005, sebagian besar perusahaan yang disurvei meramalkan bahwa permintaan pasar domestik akan membesar. Dikawasan ASEAN, 48,6% perusahaan yang disurvei menjawab bahwa keuntungan tahun 2005 "akan membaik" didukung oleh "peningkatan produktivitas" (50,9%), "ekspor yang membaik" (47,2%) dan "kenaikan penjualan didalam negeri" (44,1%). Prospek keuntungan dimasa depan sangat cerah di Thailand mengingat pemerintah setempat telah berhasil melakukan langkah-langkah dalam menstimulasi permintaan didalam negeri. Sementara di Indonesia, pengeluaran untuk konsumsi telah meningkat sejak rezim baru mengambil alih roda pemerintahan. Di India, 67,2% perusahaan yang disurvei mengharapkan kenaikan keuntungan pada tahun 2005 seiring dengan "peningkatan penjualan didalam negeri" (81,4%).
Dikawasan ASEAN, perusahaan manufaktur Jepang berencana "memperluas operasi bisnis mereka" dalam kurun waktu dua tahun kedepan dengan kenaikan per tahun (year on year) dari 53,6% menjadi 56,5% dan hanya sekitar 6,7% "mengurangi operasi perusahaan" atau "menarik diri dari negara dimana mereka beroperasi". Di India, perusahaan manufaktur Jepang berupaya memperluas usahanya dengan kenaikan tahunan (year on year) dari 88,6% menjadi 90,5%, dipacu oleh tingginya permintaan dalam negeri dan perbaikan iklim investasi bagi perusahaan manufaktur Jepang, menyusul dikeluarkannya kebijakan deregulasi oleh pemerintah atas peraturan-peraturan yang membatasi kegiatan bisnis asing di India. Menanggapi pertanyaan tentang langkah-langkah apa yang diambil dalam rangka perluasan usaha, sebagian besar perusahaan berencana "melakukan penambahan investasi" (69,9% di kawasan ASEAN, 75,4% di India) dan "meningkatkan jumlah produksi" (52,1% dikawasan ASEAN dan 42,1% di India).
Biaya produksi dikawasan ASEAN dan Cina makin seimbang
Merujuk laporan hasil survei, hampir separuh dari perusahaan manufaktur Jepang yang memiliki basis produksi di kawasan ASEAN dan Cina menyatakan biaya produksi (untuk menghasilkan produk yang sama) dikedua kawasan tersebut cenderung seimbang.
Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan manufaktur Jepang di ASEAN (khususnya di Vietnam, Pilipina dan Indonesia) telah berhasil memotong biaya produksi sedemikian rupa sehingga mendekati biaya produksi di Cina.
Salah satu kunci keberhasilan perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang menurunkan biaya produksi adalah dengan meningkatkan pembelian komponen dan bahan baku lokal. Hasil survei (2004) di ASEAN terhadap perusahaan-perusahaan pengguna komponen dan bahan baku lokal memperlihatkan bahwa rata-rata 38,5% dari seluruh kebutuhan dipasok dari sumber lokal, selanjutnya 62,4% dari perusahaan yang disurvei "berencana meningkatkan pasokan dari sumber-sumber lokal" dan 41,2% "berencana meningkatkan pasokan dari negara-negara ASEAN lainya". Sementara hasil survei di India yang dilakukan pada tahun yang sama menunjukkan penggunaan komponen dan bahan baku lokal, rata-rata mencapai 61,8%.
Pengaruh FTAs / EPAs
Berdasarkan laporan, 59,3% perusahaan yang disurvei berharap bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas/Free Trade Agreements (FTAs) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi/Economic Partnership Agreements (EPAs) antara Jepang dan negara-negara dimana mereka beroperasi, akan memberi manfaat bagi kegiatan bisnis mereka seperti; "penghapusan tarif "dan "percepatan prosedur kepabeanan". Dari sudut negara dimana mereka beroperasi, banyak perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Indonesia dan Thailand berharap bahwa kedua perjanjian diatas akan memberi dampak positip.
Sebaliknya, menanggapi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTAs) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPAs) antara Cina dan negara-negara dimana perusahaan-perusahaan Jepang tersebut beroperasi ataupun dengan Jepang sendiri, sedikit perusahaan yang meramalkan bahwa kegiatan bisnis mereka akan lebih baik yaitu hanya sekitar 22,3%.
Hasil survei mengungkapkan bahwa 62,7% dari perusahaan-perusahaan yang disurvei akan mengambil berbagai langkah untuk mengantisipasi persaingan yang semakin tajam sebagai dampak diberlakukannya FTAs dan EPAs. Sebagai tanggapan, maka perusahaan perusahaan yang disurvei khususnya yang beroperasi di ASEAN akan "meningkatkan operasi bisnis mereka" (27,6%), "merubah urutan produksi" (22,5%), "mengganti negara/wilayah sebagai pemasok bahan baku dan komponen" (15%) dan "merevisi target penjualan pada suatu negara" (12,4%).
Dalam laporan survei tersebut, JETRO menyarankan agar perusahaan-perusahaan Jepang di India menambah pasokannya dari ASEAN seiring dengan pemotongan tarif tambahan yang diberlakukan sesuai perjanjian perdagangan. Sementara terjadi sedikit kenaikan terhadap persentase perusahaan yang berencana meningkatkan pembelian mereka dari ASEAN (tahun 2004), suatu lonjakan diharapkan terjadi atas perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan pemotongan tarif akibat diberlakukannya FTA India-Thailand (pemotongan tarif telah dikenakan atas komoditi-komoditi yang tercakup dalam "early harvest program") dan selanjutnya FTA India-ASEAN..
Survey JETRO ini dilakukan pada bulan Februari, 2005 dengan responden mencapai 954 perusahaan atau 45,1% dari seluruh responden yang mencapai 2.117 perusahaan.
EXPO 2005, AICHI JAPAN
Untuk mengembangkan gaya hidup dan arah penyelesaian masalah duniawi yang dihadapi oleh manusia abad ke-21, dengan partisipasi banyak negara dan organisasi internasional, diambil tema "Nature's Wisdom" guna mencapai terciptanya peradaban dan budaya yang baru.The 2005 World Exposition, Aichi, Japan diadakan di Nagoya Eastern Hills (Kota Nagakute, Toyota, dan Seto) dari tanggal 25 Maret sampai dengan 25 September 2005 (selama 185 hari).
Tema : Nature's Wisdom
Sub-tema :
Nature's Matrix
Art of Life
Development of Eco-communities
http://www-1.expo2005.or.jp/en/index.html
Pengunjung Pavilion Indonesia mencapai 300.000 orang
Pada tanggal 16 Mei Kantor Mentri Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan bahwa pengunjung pavilion Indonesia pada Aichi Expo mencapai 300.000 orang. Rata-rata pengunjung dalam satu hari 15.000 orang, sedangkan pada akhir minggu mencapai 17.000 orang.
Majalah Email Kabinet Koizumi
Majalah E-mail Kabinet Koizumi akan disampaikan kepada anda setiap minggu. Kolom kolom seperti "Lion Heart" dimana Perdana Menteri Junichiro Koizumi secara bebas menyampaikan pemikiran pemikirannya, dan "What's up around the Prime Minister" tersedia bagi anda dalam versi bahasa Inggris. Bagi anda yang tertarik pada majalah ini silakan mengakses alamat situs berikut ini: http://www.kantei.go.jp/foreign/m-magazine/index.htmlDisclaimer
Copyright c 2004 JETRO Jakarta
All rights reserved. No Part of this Report may be reproduced, or transmitted in any form or by any means, electronic or mechanical, including photocopying, recording, and micro copying, or by any information storage and retrieval system, without the written permission from the publisher.
Publisher:
JETRO, Jakarta Center
Summitmas I, 6th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav.61-62 Jakarta, Indonesia
Telephone: (62-21-520 0264) Facsimile : (62-21-520 0261)
E-mail: jkt@jetro.or.id URL: https://www.jetro.go.jp/indonesia



